Tidak seorangpun dari peneliti yang menginginkan atau menunjukkan bahwa hasil penelitiannya merupakan hasil duplikasi peneliti lain. Oleh karena itu, seorang peneliti selalu mencari "celah" diantara hasil riset peneliti sebelumnya. Kita harus dapat menjelaskan pada pembaca bahwa kesenjangan yang Anda usulkan untuk mengisi "celah" yang belum terlihat atau belum diriset oleh peneliti lain. Hal ini akan menciptakan kesempatan bagi Anda untuk memberikan kontribusi untuk penelitian di "celah" tersebut. Sebuah riset untuk disertasi selalu menunjukkan celah penelitian atau kesenjangan penelitian antara peneliti satu dengan peneliti lainnya. Celah-celah inilah yang menjadi pusat perhatian untuk Anda mengisinya dengan riset yang Anda lakukan untuk disertasi Anda.
Contoh: sebuah research gap